Deputi Esthy Reko Astuty: Memajukan Pariwisata Indonesia, Dibutuhkan Konsistensi dan Sinergitas

Kategori: Wisata Nusantara Diposting oleh : Administrator Dibaca : 201 kali Pada : Rabu, 14 September 2016 - 02:17:24 WIB

JAILOLO – Untuk memajukan pariwisata Indonesia dibutuhkan adanya konsistensi dan sinergitas. Daerah-daerah di Indonesia punya banyak potensi yang besar, baik itu alam dan budaya, namun untuk menjadikannya menjadi destinasi wisata dan bahkan untuk mencapai target wisata daerah tersebut, itu sangat diperlukan konsistensi dan juga sinergitas.

Demikian dikatakan Esthy Reko Astuty, Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata saat puncak acara Festival Teluk Jailolo (FTJ) 2016 di Halmahera Barat, Maluku Utara. Dijelaskannya, konsistensi misalnya dengan membuat jadwal event yang tetap setiap tahunnya,  sehingga masuk dalam kalender event atau agenda nasional.

Sinergitas itu semua unsur Pentahelix yaitu akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah pusat dan daerah, juga media harus bersatu bekerja sama dalam meningkatkan destinasi wisata atau mencapai target  wisata yang telah ditetapkan. Semua unsur tersebut harus mendukung, misalnya agar suatu event seperti FTJ  tidak hanya supaya tiap tahun diadakan, tapi juga bagaimana dikemas semakin profesional dan menarik wisatawan baik itu nusantara maupun manca negara, jelas Esthy.

Presiden mengatakan kepada Pak Menteri Arief Yahya agar daerah dibantu untuk dibina dalam mengadakan event-event atau festival, supaya performance atau tampilannya profesional. Seperti untuk FTJ kali ini, Kementerian Pariwisata mensupport dengan memberikan dukungan dari koreografer internasional Indonesia yaitu Eko Supriyanto dan juga musisi Dwiki Darmawan, ungkap Esthy.

Esthy lebih lanjut mengatakan, standar suatu destinasi pariwisata bisa dipasarkan itu 3A, yaitu Atraksi Aksebilitas dan Amenitas. Daerah-daerah di Indonesia punya banyak atraksi alam dan budaya yang luar biasa mempesona, namun harus ditingkatkan aksebilitasnya yaitu sarana dan infrastruktur untuk menuju tempat tersebut.

Bila aksebilitasnya yaitu bandara atau pelabuhannya maju, maka akan menyusul Amenitas atau segala fasilitas pendukung yang bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan wisatawan selama berada di suatu destinasi wisata, seperti hotel dan restoran. Bila atraksi dan aksebilitasnya maju, pasti banyak investor yang juga melakukan investasi di daerah tersebut, sehingga masyarakat juga merasakan langsung dampak ekonominya, kata Esthy.

Sementara itu Raseno Arya, Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pasar Personal Kementerian Pariwisata kepada wartawan SPB mengatakan, “Sesuai himbauan Presiden Jokowi, agar event-event pariwisata dikemas secara profesional, kami mendukung Pemda setempat melibatkan musisi kawakan Dwiki Darmawan. Juga koreografer tari Eko Supriyanto yang pernah ditunjuk menjadi koreografer  konser-konser Madonna di berbagai negara untuk pertunjukan tari “Sasadu On The Sea”, ungkap Raseno.

Kami juga mengharapkan tahun berikutnya Festival Teluk Jailolo diganti namanya menjadi Festival Pesona Teluk Jailolo. Hal ini agar semakin menarik wisatawan datang karena penasaran apa yang menjadi pesonanya dan juga sesuai dengan branding “Pesona Indonesia” yang kita promosikan senantiasa, jelas Raseno Arya sambil mengatakan pengunjung Festival Teluk Jailolo yang ke-8 ini semakin meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.

Bupati Halmahera Barat, Danny Missy mengatakan, dengan adanya festival ini, terbukti menaikkan angka kunjungan wisatawan ke Jailolo. Kami juga ingin Halmahera Barat menjadi destinasi wisata selam atau diving seperti Raja Ampat di Papua Barat, ujarnya.

Sementara itu menurut pengamatan wartawan SPB, ribuan pengunjung memadati acara puncak Festival Teluk Jailolo 2016 yang juga didukung oleh Event Organizer profesional Loka Indira Amarta. Meskipun turun hujan lebat, hal ini tidak menyurutkan semangat para penari dan juga pengunjung acara yang meriah tersebut. (Antoni Fernando)




0 Komentar :


Top
  • Follows us our servcies