DR Sapta Nirwandar:Pengelolaan Keuangan Negara Harus Halal

Kategori: Wisata Nusantara Diposting oleh : Administrator Dibaca : 107 kali Pada : Rabu, 14 September 2016 - 02:13:28 WIB

DR Sapta Nirwandar:Pengelolaan Keuangan Negara Harus Halal

JAKARTA – Pengelolaan keuangan negara harus halal yaitu sesuai aturan yang berlaku. Kalau tidak sesuai aturan atau ngaco, maka itu haram!

Demikian dikatakan DR Sapta Nirwandar kepada wartawan SPB saat lounching (peluncuran) Majalah The Indonesia Halal Life Style & Business di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (28/4).

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Umum MUI Pusat KH Dr (HC) Makruf Amin, Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kemenperin Euis Saedah, Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI), Hariyadi B. Sukamdani, Waketum Dewan Masjid Indonesia (DMI) KH Masdar Mas’udi, dan kalangan pelaku industri wisata halal dan umum, desainer hijab terkenal Dian Pelangi, beberapa pejabat Kementerian Pariwisata, serta akademisi dan komunitas blogger, juga para insan pers.

Sapta Nirwandar, Pemimpin Umum Majalah Halal Life Style & Business lebih lanjut mengatakan, gaya hidup halal (halal lifestyle) kini sudah menjadi trend di dunia dan harus masuk ke dalam berbagai bidang kehidupan. Halal itu bukan hanya mengenai makanan saja, tapi harus jadi lifestyle dalam setiap aspek kehidupan, tegas Sapta.

Mengenai wisata halal atau halal tourism, juga memberikan pilihan pelayanan bagi wisatawan manca negara dan juga nusantara yang berwisata ke Indonesia. Jadi tidak perlu ada kekhawatiran mengembangkan wisata halal akan mengurangi kunjungan wisman ke Indonesia.

Halal adalah brand dan identik dengan kebaikan. Kami berharap apa yang dilakukan Halal Lifestyle, dapat menginspirasi dan terus memopulerkan gaya hidup halal di Indonesia, kata mantan wakil menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini.

Sementara itu, Ketua Umum MUI yang juga Ketua Dewan Syariah Nasional (DSN), KH Makruf Amin mengatakan, kami menyambut baik terbitnya majalah Halal Lifestyle. Sekarang ini, produk halal bukan hanya jadi masalah Indonesia, tapi sudah menjadi isu dan trend global.

Sekarang sudah banyak negara non Muslim yang gencar menggalakkan wisata halal seperti Jepang, Korea Selatan, Thailand dan Inggris. Jadi ini peluang sangat baik bagi industri halal di Indonesia, kata Kyai Makruf.

Rais Aam Syuriah PBNU ini juga menjelaskan, pada awalnya produk halal dibutuhkan untuk melindungi konsumen Muslim di Indonesia. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, kata dia, keberadaan produk halal jelas niscaya. Bahkan, lanjutnya, kini kebutuhan halal bukan hanya melulu milik Muslim, tapi juga non Muslim.

“Produk halal itu kan thoyib (baik), juga menyehatkan. Kini bukan hanya kebutuhan Muslim, tapi juga non Muslim karena barang atau produk baik dan sehat itu juga universal, dibutuhkan banyak orang. Bahkan sekarang ini, rumah sakit pun sudah banyak permintaan untuk disertifikasi halal, dan MUI sedang menyiapkan itu,” pungkasnya. (Antoni Fernando)




0 Komentar :


Top
  • Follows us our servcies