Kunjungan Presiden Untuk Percepatan Ekonomi Daerah

Kategori: Wisata Nusantara Diposting oleh : Administrator Dibaca : 99 kali Pada : Rabu, 14 September 2016 - 01:20:53 WIB

Balige, Sumut – Karnaval Kemerdekaan Republik Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus 2016 di Toba Samosir aman dan sukses terlaksana dengan baik. Presiden RI Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriani Widodo juga turut dalam Acara Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba yang disaksikan ribuan masyarakat baik lokal maupun dari luar daerah dan luar negeri.

Presiden bahkan berharap, even serupa digelar kembali tahun depan di kawasan Danau Toba. " Jangan berhenti sampai di sini, tahun depan harus dilanjutkan karnaval lagi," kata Presiden Joko Widodo.

Sementara itu Ignatius Widjajanto, Koordinator Panitia Nasional Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba 2016 mengatakan, “Dulu karnaval Kemerdekaan Republik Indonesia selalu diadakan di Jakarta. Sekarang dibalik, Presiden Joko Widodo yang malah mendatangi daerah-daerah.

Biasanya Presiden atau pejabat-pejabat yang nonton karnaval. Namun kali ini Presiden yang turun langsung ikut karnaval dan masyarakat  yang menonton," ungkapnya. 

Jay panggilan akrab Ignatius Widjajanto menjelaskan, tujuan Presiden datang dan juga ikut berpartisipasi itu salah satunya adalah untuk percepatan ekonomi daerah.

Kegiatan ini diliput banyak media dan TV nasional maupun internasional...Google juga akan penuh dimeriahkan dengan “Batak”. Maka ini peluang yang besar agar “Batak” dan Danau Toba semakin terkenal hingga ke manca negara, ujar Jay.

Yang hadir ada ribuan wisatawan termasuk dari mancanegara juga para dubes atau perwakilan dari negara lain.  Jadi dengan adanya momen karnaval ini banyak yang harus kita tangkap...  Juga supaya kita semua tahu kalau lebih dari 3000 orang dari luar datang apa kita siap atau tidak? Kita punya hotel dan home stay berapa atau bagaimana? Restoran halal dan non halal bagaimana? Infrastrukturnya siap atau tidak? Sehingga terjadi percepatan ekonomi, jelas Jay.

Jay lebih lanjut mengatakan, supaya tidak seperti parade biasa, kita berusaha membuat  jalan dijadikan panggung, track yang lebih rapi dan bagaimana penonton juga tidak berdesak-desakan.  Semua penonton harus memakai ulos dan ikat kepala dari daerah masing-masing, sehingga kemanapun kamera menghadap itu semata-mata dapat gambar bagus.

Semua peserta juga harus gembira dan meriah... “Kalau tidak suka ya tidak usah ikut. Atau dibuat suka dulu baru ikut,” kata Jay sambil mengatakan “Sehingga nanti diambil gambarnya itu bagus.”

Karena gambar atau foto itu bisa dijadikan salah satu sarana promosi. Yang menarik dalam promosi bukan hanya alamnya saja, tapi pertama-tama adalah orangnya.. maka difoto harus tersenyum, tandas Jay.

Hariyanto Sinaga, Wakil Koordinator Panitia Nasional Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba 2016 menambahkan acara Karnaval sepanjang 3,5 KM ini direncanakan Start di depan Yayasan Soposurung dan berakhir di Jembatan Juara Monang Hutabarat, Balige. Akan ada 10 mobil hias, marching band, puluhan pesilat dari masing-masing kabupaten, putri pembawa cawan sebanyak 100 orang mewakili 7 kabupaten, 700 ibu-ibu membawa tandok masing-masing  kabupaten 100 orang, atraksi kebudayaan berbagai daerah dan tidak ketinggalan paduan suara koor ama juga akan mengisi acara ini, jelas Hariyanto.

Sementara itu Dra. Oneng Setya Harini, MM Asisten Deputi Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat mengatakan, dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 pemerintah telah menetapkan beberapa kegiatan. Salah satunya adalah kegiatan nasional Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba 2016.

Alasan Danau Toba, karena Danau Toba menjadi salah satu destinasi prioritas di dalam pengembangan sektor pariwisata. Penetapan Danau Toba oleh Presiden Jokowi juga membuktikan bahwa pemerintah betul-betul serius untuk menangani destinasi pariwisata, ungkap Oneng.

“Untuk itu kami mengharapkan seluruh pemerintah daerah terkait Danau Toba harus menangkap momen ini sebagai peluang yang luar biasa. Diminta seluruh pemerintah Provinsi dan Kabupaten di Sumatera memberikan dukungan riil untuk berpartisipasi dan juga mempersiapkan bagaimana sarana dan prasarana untuk kehadiran banyak wisatawan dalam acara ini.

Momentum yang sangat baik dan bagus dalam rangka menciptakan satu atraksi yang bertaraf nasional ini bahkan bisa internasional. Ini sudah digagas oleh Bapak Presiden Jokowi, diharapkan tahun-tahun depan dapat terus dilaksanakan, tidak bergantung kepada pusat tapi bagaimana daerah bisa mengembangkannya,”tegas Oneng.

Bupati Tobasa, Ir Darwin Siagian mengatakan, kami mengharapkan dukungan dari semua pihak. Kepada seluruh Kepala SKPD, camat dan aparatur Pemkab Tobasa harus bekerja sama dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Kepala SKPD terkait yakni Dinas Perhubungan, agar melakukan rekayasa lalu lintas karena diperkirakan lima jam arus lalulintas di daerah ini akan ditutup, sehingga diperlukan jalan alternatif bagi pengguna jalan. Dinas PU dan Dinas Tarukim juga agar melakukan survey dan berkoordinasi dengan Kepala Balai Jalan di Propinsi Sumatera Utara, tegas Bupati Darwin Siagian.

 

Larung Keselamatan di Danau Toba

Pagi tanggal 2 Agustus 2016 jelang pelaksanaan Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba, diadakan Ritual Larung di tengah Danau Toba antara Parapat, Balige dan Pulau Samosir. Tujuannya adalah agar semua lancar dan bahagia dari awal hingga akhir acara.

Sedihma boru Silalahi yang memimpin acara ritual tersebut mengatakan,”Kami mengharapkan acara karnaval nanti berlangsung lancar dan aman. Saya juga mendoakan Bapak Presiden Jokowi agar tetap terus merakyat dan dicintai rakyat,” ungkap Sedihma boru Silalahi.

Ritual adat ini menggunakan Ihan Batak bukan Ikan Mas. Ikan ini sudah langka, dengan adanya kemudahan mendapatkan ikan ini, semoga menjadi indikasi bahwa acara akan berjalan lancar dan selamat, kata Sedihma boru Silalahi isteri dari budayawan Profesor Sori Mangaraja Sitanggang tersebut.

Peradaban dan Kekayaan Budaya Khas Indonesia

Sementara itu Edward Hutabarat, designer pakaian Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriani Jokowi untuk acara karnaval ini mengatakan, kita tidak boleh lupa dan harus mempelajari bagaimana peradaban dan kejayaan bangsa kita dulu. Pariwisata tidak hanya bicara soal keindahan alam, tapi juga peradaban dan kekayaan budaya khas bangsa kita, ungkap Edward yang akrab di panggil Edo di sela-sela acara Larung tersebut.

Menurut pendapat saya, untuk memajukan daerah-daerah di Indonesia, Presiden bersama menteri-menteri juga para ahli yang berkompeten sebaiknya dibawa dan tinggal dulu minimal seminggu ke daerah-daerah tertentu untuk melihat dan merasakan langsung apa yang kurang dan perlu dibutuhkan oleh daerah tersebut. Sehingga program-program yang dibuat nantinya juga tepat sasaran dan cepat mencapai tujuan kemakmuran bangsa, ujar Edo. (Antoni Fernando)

 




0 Komentar :


Top
  • Follows us our servcies